Baru 20KM Honda CB150 Verza sudah harus dibongkar pasang berkali-kali


Saya membeli CB150 Verza dari satu dealer Honda di kota Bandung. Barang dikirim tepat waktu dan sampai di rumah. Pengecekan lampu sein, lampu rem, mesin, dll semua berjalan lancar. KESALAHAN TERBESARnya adalah saya tak langsung menjajal alias TEST DRIVE motor saat itu juga. Melainkan hanya memanaskannya saja.

Secara tampak mata, tak ada yang salah dengan motor itu. Semua mulus. Masalah tiba ketika saya melakukan test drive setelah pihak pengirim sudah pergi. Stang motor tidak simetris dengan roda depan motor. Ketika stang berada dalam posisi lurus, roda depan agak belok ke kiri. Jadi ketika kamu menyetir dengan stang lurus, motor akan belok ke kiri.

Saat itu saya langsung menghubungi sales yang berwenang, dan dia mengatakan, “bawa saja ke sini”. Berhubung saya belum memiliki plat nomor sementara, terpaksa saya tunda hingga nomor tiba.

Seminggu berselang motor langsung saya bawa ke dealer. Dengan membawa buku servis, saya melakukan klaim. Saya sampaikan permasalahan motor saya pada pihak dealer. Saat itu mekanik membawa motor saya dan membongkar stang motor untuk menyetel.

Setelah agak lama, saya dipanggil dan diminta untuk menguji coba. Saya katakan saya mau mencobanya di jalan besar. Karena saya lihat jalan di situ pendek-pendek dan menggunakan paving blok yang bergerenjul, jadi agak susah untuk menguji kesimetrisan stang motor.

Setelah diuji di jalan besar masalah masih tetap sama. Motor dibongkar lagi!!! Dan entah apa permasalahannya sang mekanik sampai menggunakan palu dan memalu bagian stang.

Saya bertanya pada mekanik, boleh nggak saya bandingkan sama motor yang terparkir di area belakang (motor Verza sejenis yang masih gress). Ternyata ditolak, dengan alasan belum ada aki.

Kebetulan pada saat itu ada motor Honda Verza yang sudah siaga, saya kembali bertanya pada pegawai yang jaga di situ, boleh nggak saya test drive sebentar motor ini sebagai perbandingan, karena saya baru beli motor sejenis, stang-nya sudah bermasalah. Kembali ditolak, dengan alasan motor itu milik instansi.

Mengherankan? Apa yang terlintas di pikiranmu kalau kamu mengalami kejadian serupa?

Akhirnya motor untuk kedua kalinya selesai diperbaiki. Saya kembali menguji coba. Dan kembali kecewa. Masalahnya masih ada dan masih sama.

Kali ini saya tanyakan pada mekanik, apakah motor ini bisa ditukar baru? Dia jawab tidak boleh.

WOW!!!! Honda benar-benar membuat saya terpesona!

Untuk ketiga kalinya motor saya dibongkar.

Untungnya kali ketiga ini motor saya jadi lebih baik. Tidak sempurna, tapi lebih baik.

Ini adalah kali pertama saya membeli motor Honda di dealer ini. Yang bikin saya terheran-heran adalah bagaimana hal seperti itu bisa terlewatkan begitu saja. Bayangkan, stang miring alias tidak simetris bisa terlewatkan.

Apakah tidak dilakukan pengujian dulu sebelum dikirimkan pada konsumen? Lalu apa yang dikerjakan oleh pihak Quality Control?

Belum sampai 20 kilometer, motor baru gress saya sudah harus dibongkar pasang berkali-kali, lantaran stang yang miring. Luar biasa bukan?


Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook9