Touring 942KM Bandung – Dieng – Boyolali — Budget Pelajar tapi Makan Enak (PART 1)


TOURING_942KM-Bandung-Dieng-Boyolali-budget_pelajar--300JAM.com

Kerja terus bak kuda cuma buat menyambung nyawa rasanya kok sia-sia.

Jadi daripada mati sia-sia mending saya nglencer…

Belum lama ini saya ngambil libur, khusus untuk touring ke Jawa Tengah sana. Touring ini memang sudah lama saya rencanakan namun baru bisa terlaksana di akhir tahun ini.

Jam 6 langsung meluncur dari Bandung. Bawaannya gak seberapa, cuma satu duffle bag berisi baju dan keperluan sehari-hari, serta beberapa tools yang tersimpan dalam top box Givi. Sudah, cuma itu.

Dengan bawaan relatif ringan, motor Verza saya bergerak lincah dalam kemacetan yang terjadi di Rancaekek. Yah namanya juga Bandung, gak lengkap kalau gak ketemu macet. Baru ketika matahari mulai meninggi, saya terbebas dari kemacetan.

Jalan-jalan yang semula penuh dengan rumah-rumah yang rapat-rapat, putih-putih, rapih-rapih mulai berganti dengan rumah-rumah warna-warni. Merah, kuning, hijau, di tanah yang hitam. Warna-warna terang yang tanpa malu menghiasi tembok-tembok di jalanan pedesaan.

Kalau saya bawa keponakan saya yang masih bocah, dia pasti terkekeh. Soalnya tembok warna-warni itu pasti mengingatkannya pada sekolahannya yang dulu.

Sensasi ini gak bakal kamu dapat di kota. Di kota, rumah-rumah serba seragam, serba kotak, serba putih, serba minimalis, seolah dirancang arsitek-arsitek yang berguru pada satu mahaguru yang sama. Gak berani membantah, cuma berani manggut-manggut.

Tapi di desa pengalamannya berbeda. Rumah-rumah pada tabrak warna. Satu hal yang bakal dicibir sama designer kota. Merah tabrak hijau, nanti biru tabrak abu. Seolah tanpa aturan, layaknya coretan anak kecil. Lucu dan lugu.

Menjelang siang perut sudah keroncongan. Saya nemu satu kedai bakmi yang namanya unik banget. Warung Mie BMW!!! Bayangkan, mie digabungkan dengan BMW! Betul-betul radikal. Alhasil saya langsung melipir. Mas penjual bakmi ini kayaknya S3 marketing. Hahaha….

Ternyata gak cuma menang nama, setelah saya icip-icip rasanya pun lumayan enak. Gak sampai 15 menit mangkuk mie langsung tandas. Harganya pun ramah di kantong. Cuma 15 ribu saja!

Begitu perut terisi, saya jalan lagi.

Mendekati perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah pemandangan kembali berganti. Kali ini didominasi dengan rentetan hutan. Bau tanah basah yang sebelumnya telah mengguyur hutan menyeruak melalui celah-celah helm. Kecepatan saya turunkan. Melongok kanan kiri memandangi pohon-pohon yang menjulang tinggi di kedua sisi.

Gak tahu saya seliar apakah hutan itu, namun tak terlihat ada penduduk yang bermukim ataupun berkemah di hutan.

Sepanjang jalan, panca indra saya dimanjakan oleh keindahan jalur selatan ini. Mata yang biasa melihat gedung-gedung tinggi, kini melihat asrinya hutan. Telinga yang biasa mendengar klakson sana sini, kini mendengar gemersik pohon dan sahutan burung. Kulit yang biasa dibakar panas, kini diterpa angin sejuk.

Segalanya berjalan begitu cepat. Seolah dalam satu tarikan gas saya telah sampai di Hotel Kartika di Madjenang.

HOTEL Budget di Madjenang

TOURING_942KM-Bandung-Dieng-Boyolali-budget_pelajar--300JAM.com

Yah, namanya juga budget pas-pasan, menginapnya ya di hotel seadanya. Gak mengejar kemewahan tertentu, yang penting bisa istirahat dan tidur nyenyak.

Gak butuh televisi, sudah bawa buku.

Gak butuh AC, gak begitu panas.

Gak butuh air panas, gak begitu dingin.

Jadi harga bisa ditekan. Cuma 150ribu lho….

Hari itu saya beristirahat karena esok bakal lanjut lagi.

BERIKUT INI BARANG-BARANG YANG SAYA BAWA DAN SAYA REVIEW DALAM PERJALANAN KALI INI:
+ Duffle bag The Trekkers
+ Tali kargo Hebe
+ Box GIVI E43
+ Helm Zeus ZS811C
+ Sarung tangan Scoyco
+ Oli rantai Ishima
+ Holder Smartphone MotoWolf

,

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Facebook9